8 Cara Menutup Kartu Kredit Yang Benar Untuk Semua Bank

Diposting pada

8 Cara Menutup Kartu Kredit Yang Benar Untuk Semua Bank 2018 – Selain lebih mengefektifkan pembayaran, penggunaan kartu kredit ini merupakan salah satu penggunaan pembayaran non tunai yang paling menarik. Hal itu disebabkan karena banyak bonus dan penawaran yang tersedia. Beberapa keuntungan lainnya dari penggunaan kartu kredit yaitu, praktis dan nyaman, serta menawarkan beberapa manfaat tambahan, seperti cashback, diskon belanja, gratis iuran tahunan, point khusus, dan lain sebagainya.

Kemudian relatif lebih aman, memberikan perlindungan tambahan atas pembelian, membantu dalam keadaan darurat, mempermudah mengatur anggaran keuangan, menawarkan fleksibilitas dalam melakukan pembelian, pengeluaran lebih terlacak, mempermudah transaksi online, dan dapat digunakan diseluruh dunia (dimanapun Anda berada, di dalam maupun di luar negeri Anda tetap dapat menggunakannya).

Cara Menutup Kartu Kredit 2018
Cara Menutup Kartu Kredit 2018

 

Jika dilihat dari segi bisnis, kartu kredit adalah salah satu jenis produk perbankan yang dapat menghasilkan banyak keuntungan tentu saja bagi pihak bank yang menerbitkan kartu kredit, serta para nasabahnya.

Maka dari itu pihak bank selalu mengembangkan produk kartu kreditnya agar keuntungan selalu didapatkan. Fitur-fitur dan juga penawaran yang ada didalam kartu kredit selalu ditawarkan oleh pihak bank penerbit kepada calon konsumen agar konsumen tertarik dan menambah angka penjualan dari kartu kredit yang diterbitkan bank tersebut.

Dengan nasabah yang menikmati layanan yang diberikan oleh bank berupa kartu kredit ini, dan bank yang selalu akan mendapatkan keuntungan yang lebih dari penjualan kartu kreditnya, seakan keduanya seperti berbanding lurus dan seimbang. Bahkan terdapat beberapa orang yang sangat tergantung terhadap kartu kredit ini dan sulit untuk meninggalkan kartu kredit tersebut.

Namun, adapun juga yang ingin menutup kartu kreditnya, hal tersebut bisa disebabkan karena ketidakmampuannya dalam mengatur keuangan. Bisa pula dengan alasan ingin beralih ke merk kartu kredit lainnya.

Nah, menurut orang-orang yang ingin menutup kartu kredit mereka, ternyata masih banyak yang mengeluh akan sulitnya dalam masa proses. Bahkan bermacam alasan sering dilontarkan oleh pihak penerbit kartu kredit, supaya pemilik kartu kredit menghentikan usahanya untuk menutup kartunya. Padahal tidak demikian yang terjadi, sebab menutup kartu kredit sebenarnya sama mudahnya dengan saat kita akan membuka kartu kredit.

Namun memang, pasti akan terdapat prosedur yang harus Anda lakukan dahulu sebelum hendak akan menutup kartu kredit. Hal ini supaya tidak ada hal yang menimbulkan penyesalan dan masalah di kemudian hari, karena sama seperti akan membuka kartu kredit, untuk menutupnya pun tidak bisa dengan sembarangan. Supaya lebih jelas dan tidak membuat Anda bingung ataupun kesulitan, maka berikut akan dibahas beberapa mengenai cara menutup kartu kredit yang benar.

Perbedaan Cara Menutup Kartu Debit dan Kartu Kredit

Perbedaan Kartu Debit dan Kartu Kredit
Perbedaan Kartu Debit dan Kartu Kredit

 

Kartu kredit pun berbeda dengan kartu debit, dimana penerbit kartu kredit meminjamkan nasabahnya uang dan bukan mengambil uang dari rekening. Kedua kartu ini memang begitu simpel dan sangat mudah dibawa-bawa ketika berbelanja. Sehingga kedua kartu ini sama-sama berfungsi sebagai kartu pembayaran elektronik, namun adapula perbedaan yang terlihat dari manfaat dan cara penggunaannya saat belanja.

Untuk kartu debit sendiri, merupakan kartu yang langsung mengurangi jumlah uang tabungan kita saat kita pergi berbelanja. Sehingga jika kita bertransaksi menggunakan kartu ini, maka harus siap-siap untuk mencari ATM terdekat yang tersedia dimanapun, serta menggesek langsung kartu kredit untuk mengambil uang dari rekening tabungan saat akan transfer belanja online.

Sedangkan kartu kredit memiliki manfaat yang berbeda, yakni lebih memberikan kemudahan saat akan berbelanja online. Dewasa ini, begitu maraknya situs e-commerce dengan penawaran berbagai macam produk yang bisa diakses melalui komputer maupun smarthphone. Sehingga para pemilik kartu kredit pun semakin dimudahkan, disebabkan situs belanja online memang benar-benar menyediakan fasilitas pembayaran melalui kartu kredit.

Yang kedua, banyak sekali promo-promo yang akan ditawarkan. Hal ini dikarenakan, setiap bank yang menerbitkan kartu kredit memang biasanya akan memberikan promo ataupun diskon belanja dengan bekerja sama pada pihak merchant untuk fasilitas para nasabahnya.

Adapun hal lainnya, Anda akan dapat juga kesempatan untuk mendapatkan reward dari penerbit kartu kredit, baik itu berupa cashback, poin sampai dengan hadiah secara langsung. Yang selanjutnya, Anda juga akan lebih mudah bertransaksi di luar negeri sekalipun.

Namun untuk seseorang yang ingin menutup kartu kreditnya, mungkin terdapat beberapa sebab diantaranya. Yakni yang pertama, biasanya memang ada nasabah yang akhirnya mempunyai kemandirian yang finansial. Sehingga dengan kemandiriannya, mereka lebih cenderung untuk memanfaatkan kartu debit untuk kesehariannya dibandingkan kartu kredit.

Kamu juga harus baca : Kartu Kredit Gratis Iuran Tahunan Seumur Hidup Yang Terbaik Di Indonesia 2018

Sebab yang kedua, apabila jika ada yang menutup kartu kreditnya karena perilaku suka membeli yang tidak terkontrol. Selain itu, adapun sebab menutup kartu kredit karena menjadi korban penipuan, dan lain sebagainya.

Apapun itu, jika memang Anda ingin menutup kartu kredit Anda, maka Anda hanya perlu untuk cermat dan jeli atas semua persyaratan yang ada. Hal tersebut juga karena faktor perbedaan prosedur disetiap bank penerbit kartu kredit. Dengan mengikuti cara diatas dan mengetahui informasi yang telah diterangkan tadi, diharapkan Anda lebih teliti dan melaksanakan segala kewajiban yang harus dipenuhi saat akan menutup kartu kredit.

Jika Anda sudah mengerti dan paham betul mengenai sistem pengaturan dan konsekuensi yang ada, serta segala hal mengenai persyaratan gaji dan lainnya sudah terpenuhi, maka Anda pun dapat memilih kartu kredit sebagai sarana transaksi ketika akan berbelanja.

Namun jika memang Anda merasa cukup dengan tabungan Anda, dan tidak ingin memiliki hutang atau tagihan, Anda dapat menggunakan kartu debit untuk keseharian ataupun menutup kartu kredit Anda dengan cara yang sudah dibahas diatas. Sekian penjelasan singkat mengenai cara menutup kartu kredit, semoga bermanfaat bagi Anda.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menutup Kartu Kredit

Informasi Untuk Anda Yang Menutup Kartu Kredit
Informasi Untuk Anda Yang Menutup Kartu Kredit

Dari pembahasan cara menutup kartu kredit diatas, dapat simpulkan bahwa sebenarnya proses menjalaninya cukup mudah, namun Anda harus melakukan semua prosedurnya dengan baik pula. Adapun beberapa tambahan informasi yang perlu Anda ketahui,

Yang pertama yaitu penerbit kartu kredit dilarang menghambat niat nasabanya. Memang sudah jelas bahwa, penutupan kartu kredit ini pasti akan membuat kabar yang kurang menyenangkan bagi bank penerbit, namun Anda pun harus tahu jika lembaga atau bank penerbit kartu kredit ini dilarang menghambat nasabah yang ingin menutup kartu kreditnya.

Maka Bank Indonesia (BI) telah menegaskan, bahwa penerbit kartu kredit pun dilarang menghambat proses penutupan kartu kredit, termasuk dengan adanya syarat batas waktu minimal penggunaan kartu kredit.

Bisa dimisalkan, saat terdapat nasabah yang hanya diizinkan menutup kartu kreditnya, setelah pemakaiannya selama dua tahun. Bila memang ada penerbit yang menetapkan syarat tersebut, maka penerbit kartu kredit tersebut dapat dilaporkan pada Bank Indonesia (BI). Selain itu, juga berlaku larangan menunda-nunda penutupan kartu kredit lainnya.

Informasi yang kedua, penerbit kartu kredit ini wajib dan harus memblokir kartu kredit. Selepas pengajuan permohonan penutupan kartu kredit, kemudian penerbit kartu kredit pun menerima permohonan tersebut, maka sang penerbit pun wajib memblokir atau menon-aktifkannya secara langsung. Aturan tersebut dilakukan karena, banyaknya keluhan nasabah kartu kredit yang masih mendapatkan surat tagihan, padahal saat itu mereka telah lama menutup kartu kredit miliknya.

Maka Anda harus memastikan dengan benar, saat permohonan kartu kredit sudah diterima oleh penerbitnya, Anda pun sudah tak lagi memiliki kewajiban untuk membayar tagihan yang akan datang.

Informasi yang ketiga, penutupan harus selesai dalam tiga hari kerja. Hal ini karena, Bank Indonesia telah mewajibkan penerbit kartu kredit untuk segera menutup kartu kredit nasabah yang diajukan, paling lamanya sekitar tiga hari kerja sejak diterimanya tanggal permohonan penutupan. Hal tersebut dengan catatan, nasabah sudah tak lagi ada kewajiban pada si penerbit ataupun setelah kewajibannya mengenai kartu kredit telah terselesaikan.

Kemudian, informasi keempat yakni, saldo kredit adalah hak para nasabah. Jadi bila Anda mempunyai saldo kredit, maka penerbit kartu kredit harus mengembalikan paling lambat tanggal saat kartu kredit ditutup. Maka pengembalian saldo kredit ini haruslah di transfer ke rekening simpanan nasabah, tetapi nasabah pun tetap akan menanggung biaya transfer apabila memang ada biayanya.

Informasi yang terakhir, prosedur ini pun sama berlakunya pada kartu kredit tambahan. Jadi jika nasabah hendak menutup kartu kredit utama, maka fasilitas pada kartu kredit tambahan pun dengan otomatis tertutup.

Sebaliknya, jika nasabah menutup kartu kredit tambahan, maka fasilitas pada kartu kredit utama akan tetap aktif dengan sendirinya. Itulah beberapa informasi yang perlu Anda ketahui saat akan menutup kartu kredit. Perlu diingat lagi bagi para nasabah, penerbit kartu pun dilarang membebankan biaya tambahan mengenai penutupan kartu kredit diluar kewajiban nasabah.

Penjelasan diatas sudah jelas, bukan? Maka kini Anda tak perlu pusing dan khawatir lagi saat memang ingin menutup kartu kredit Anda.

Kamu juga harus tau : Cara Memilih Kartu Kredit Yang Tepat Untuk Pemula

Cara Menutup Kartu Kredit Yang Benar

  • Menghubungin Bank Penerbit Kartu kredit

Langkah awal dalam menutup kartu kredit, yaitu Anda harus mengawalinya dengan menuju ke bank penerbit kartu kredit. Hal ini dilakukan supaya Anda mendapatkan kejelasan prosedur yang harus dijalani, serta apa saja dokumen yang harus disiapkan.

Selain itu, ketahuilah juga alur pendataannya supaya kedepannya tak ada lagi tagihan-tagihan yang dialamatkan kepada Anda. Bisa pula lewat email, sehingga jika Anda tak mempunyai waktu pada jam kerja untuk pergi ke bank langsung, maka Anda bisa melakukan layanan lewat email.

  • Selesaikan Semua Tagihan Pemakaian Yang Ada Pada Kartu Kredit

Langkah kedua, selesaikan semua tagihan-tagihan yang ada. Sebelum Anda akan menutup kartu kredit, maka lunasilah tagihan-tagihannya terlebih dahulu. Jangan lupa bahwa, melunasi kartu kredit merupakan kewajiban Anda yang harus dilakukan. Jangan pernah berharap Anda dapat menutup kartu kredit sebelum melunasinya.

  • Selesaikan Biaya Tahunan Yang Masih Tetuda

Lalu yang ketiga, Anda pun harus memperhitungkan biaya tahunan atau annual fee serta bunga-bunga yang dibebankan pada Anda, jadi bukan hanya menghitung tagihan pemakaian atau cicilan saja. Untuk annual fee ataupun biaya tahunan, memang tidak semua orang tahu dan sadar akan hal itu, bahkan kebanyakan langsung kaget mendengar berapa biaya yang dibebankan dalam tagihan.

Tak jarang pula, banyak yang memprotes karena dianggap dirugikan, padahal hal tersebut hanya karena masalah ketidakpahaman terhadap biaya-biayanya. Pada umumnya, banyak orang yang terlalu fokus dengan total transaksi dan bunga saja, maka hal itu akan membuat orang-orang lupa menghitung biaya kartu kredit lainnya. Pada bunga kartu kredit sendiri, Anda seharusnya dapat menyiapkan dana lebih sekitar 3% untuk bunga dari total transaksi yang Anda pakai.

Hal tersebut karena terdapat ketentuan pada bunga maksimal kartu kredit yaitu 2,95%, pihak yang menetapkan angka tersebut adalah Bank Indonesia (BI). Sedangkan, pada annual fee ini memang sering tak disadari keberadaannya, sebab biaya yang satu ini biasanya tak langsung dikenakan pada pemilik kartu di awal-awal kepemilikannya. Namun biasanya penerbit kartu meniadakan biaya tersebut untuk jangka waktu tertentu, baru setelah jangka waktunya habis, pemilik kartu kredit akan mengetahui dan dibebankan dengan annual fee.

Jadi, saat Anda memutuskan menutup kartu kredit, kemungkinan biaya tahunan tersebut baru dibebankan. Lalu, bisa saja Anda kaget melihat tagihannya, maka dari itu persiapkanlah dana yang cukup untuk melunasi annual fee tersebut. Sebab, setelah dilunasi maka penutupan kartu kredit dapat diproses dengan lancar.

  • Sisakan Saldo Tambahan Untuk Mengantisipasi adanya Biaya Penutupan

Langkah yang keempat, berikan saldo tambahan untuk mengantisipasi biaya penutupan. Jadi agar Anda tak perlu lagi membayar biaya penutupan, Anda dapat pula memberi saldo tambahan pada kartu kredit. Maka, dengan begitu proses penutupan kartu kredit jadi lebih hemat.

  • Memanfaatkan Reward Agar Kartu Kredit Yang ditutup Tidak Ditagih Kembali

Langkah kelima, jangan lupa untuk memanfaatkan reward yang ada. Hal ini disebabkan, karena kartu kredit biasanya mempunyai fasilitas serta program reward, maka manfaatkanlah reward yang ada pada kartu kredit yang Anda miliki supaya fitur-fitur dalam menutup kartu kredit tidak ditagih kembali.

  • Tutup Akses Automatic Payment

Berikutnya langkah keenam, silahkan tutup akses Automatic Payment. Di beberapa toko, baik offline maupun online pasti mempunyai fitur pembayaran otomatis yang memudahkan para pelanggannya untuk mengakses barang-barangnya dengan potongan langsung pada kartu kredit. Apabila Anda masuk dalam pengguna kartu kredit yang mendapatkan layanan tersebut, jangan lupa untuk menutupnya supaya tak timbul masalah di lain waktu.

Jika toko yang bekerja sama dengan Anda adalah toko offline atau nyata, maka Anda bisa datang langsung supaya lebih jelas. Namun, jika Anda tak memiliki waktu luang, maka Anda bisa mengubungi call center atau sms center. Sedangkan jika online, maka Anda cukup dengan membuka fitur tutup layanan saja. Yang terpenting jangan lupakan hal ini saat Anda akan menutup kartu kredit Anda.

  • Simpan Struk Bukti Transaksi Penggunaan Kartu Kredit

Selanjutnya langkah yang ketujuh, yakni simpan struk, nota dan dokumen-dokumen pembayaran lainnya. Maka setiap Anda akan melakukan aktivitas kartu kredit, mintalah dokumen resmi atau bukti pembayaran.

Bukti pembayaran bisa berupa struk, kwitansi, faktur dan nota. Fungsi menyimpan bukti pembayaran ini sendiri, supaya saat akan menutup kartu kredit, dokumen tersebut dapat pula membantu. Karena, terdapat beberapa konfirmasi yang dibutuhkan, dan Anda pun pastinya tak mungkin dapat mengingat detail nominal pembelanjaan yang Anda lakukan, bukan? Maka itulah bukti pembayaran begitu penting untuk disimpan sebagai proses konfirmasi.

Dokumen pembayaran tersebut juga dapat digunakan pada suatu saat ketika tiba-tiba Anda berhadapan dengan hukum mengenai masalah kartu kredit yang telah ditutup. Dokumen tertulis inilah yang menjadi bukti kuat dan membuat posisi Anda lebih aman.

  • Ikuti Prosedur Penutupan Kartu Kredit Dari Pihak Bank Penerbit

Yang terakhir, ikutilah prosedur yang berlaku. Sebab, menutup kartu kredit sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Lakukan semua kewajiban yang harus Anda penuhi dan lunasi, maka tentu Anda pun dapat menjalanklan semuanya dengan prosedur yang tepat dan lancar. Sehingga kini tidak ada lagi istilah-istilah dipersulit ataupun dipermainkan oleh pihak bank penerbit.

 

 

8 Cara Menutup Kartu Kredit Yang Benar Untuk Semua Bank
5 (100%) 2 votes
Gambar Gravatar
Ulasanbisnis.com merupakan website yang membahas seputar dunia usaha, trend bisnis, solusi keuangan, perbankan, kartu kredit, asuransi dan lainnya.