Keuntungan dan Perhitungan Bunga Kartu Kredit Syariah 2018

Diposting pada

Keuntungan dan Perhitungan Bunga Kartu Kredit Syariah 2018   Kartu kredit yakni merupakan kartu yang diciptakan dengan bahan plastik, kemudian diluncurkan oleh bank atau perusahaan yang mengelola kartu kredit, dengan memberikan hak kepada orang umum yang memenuhi persyaratan tertentu. Nama yang tertera dalam kartu kredit itulah yang memiliki hak untuk menggunakannya sebagai alat pembayaran secara kredit atas segala transaksi.

Untuk sang pemegang kartu kredit yang namanya tertera pada kartu, bisa saja membayar kembali kredit tersebut sekaligus 100%, dan dapat juga membayarnya dalam jumlah minimal 10% atau diantara keduanya. Selain itu, pemegang kartu kredit pun juga diberikan kelonggaran agar dapat membayar kembali kredit tersebut dengan cara angsuran dengan tingkat atau jumlah bunga tertentu dan nilai angsuran sebesar presentasi tertentu dari saldo kredit yang telah digunakan oleh pemakai kartu kredit tersebut.

Kartu Kredit Syariah
Kartu Kredit Syariah

Kartu kredit ini merupakan kredit tanpa jaminan sehingga dapat sewaktu-waktu mengalami resiko yang cukup tinggi gagal membayar. Oleh karena itu, kebanyakan bank yang telah menerbitkan kartu kredit ini menetapkan bunga kartu kredit yang cukup tinggi. Bahkan saat ini berkisar 2,95% per bulan serta ditambah dengan denda keterlambatan pembayaran cicilan yang juga besar.

Daftar Bank Penerbit Kartu Kredit Di Indonesia

Saat ini Indonesia sudah memiliki 24 penerbit yang memberikan layanan kartu kredit, terdiri dari 22 bank dan 2 perusahaan keuangan non bank. Berikut ini beberapa bank dan perusahaan yang memberikan layanan kartu kredit yaitu, Bank ANZ Indonesia, Bank Bukopin, Bank ICB Bumiputera, Tbk, Bank Central Asia, Tbk, Bank CIMB Niaga, Tbk, Bank Danamon Indonesia, Tbk, Bank ICBC Indonesia, Bank Maybank Indonesia, Tbk, Bank Mandiri (persero), Tbk, Bank Mega, Tbk, Bank Negara Indonesia 1946,PAN Indonesia Bank LTD, Tbk, Bank Rakyat indonesia (persero), Tbk, Bank Permata, Tbk, CitiBank, The Hongkong & Shanghai Bank CORP, Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank, Bank UOB Indonesia, BNI Syariah, Bank Sinarmas, AEON Credit Service, Bank QNB Kesawan, PT. Shinhan Indo Finance.

Fitur-fitur dan juga penawaran yang ada didalam kartu kredit selalu ditawarkan oleh pihak bank penerbit kepada calon konsumen agar konsumen tertarik dan menambah angka penjualan dari kartu kredit yang diterbitkan bank tersebut. Dengan nasabah yang menikmati layanan yang diberikan oleh bank berupa kartu kredit ini, dan bank yang selalu ingin mendapatkan keuntungan yang lebih dari penjualan kartu kreditnya, seakan keduanya seperti berbanding lurus dan seimbang. Bahkan terdapat beberapa orang yang sangat tergantung terhadap kartu kredit ini dan sulit untuk meninggalkan kartu kredit tersebut.

Keamanan Menggunakan Kartu Kredit

Di Indonesia sendiri, Kartu kredit sudah dilengkapi dengan chip pengaman yang bertujuan untuk meminimalkan penyalah gunaan kartu kredit oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab. Perwujudan kartu kredit sendiri yaitu meliputi : 

  • Pada bagian depan terdapat Chip (berada dibagian depan sisi kartu kredit yang ditambahkan beberapa aplikasi yang dapat mengenkripsi data sehingga data dapat dapat tersimpan dengan aman). Lalu terdapat nomor kartu yang berjumlah 16 digit angka. Dan juga tertera nama pemegang, nama penerbit, dan masa berlakunya kartu kredit, dan terdapat pula logo jaringan kartu kredit (di Indonesia terdapat 5 jaringan yaitu Union Pay, BCA, JCB, Mastercard, dan Visa).
  • Sedangkan pada bagian belakang kartu kredit terdapat Magnetic stripe yang dapat digunakan untuk bertransaksi di luar negeri. Dan terdapat pula Signature panel (tempat pembubuhan tanda tangan pemilik kartu kredit tersebut).
  • Lalu ada pula nomor verifikasi yang berjumlah tiga digit, alamat bank penerbit kartu kredit tersebut, serta nama atau logo penerbit kartu kredit tersebut. Dalam memilih kartu kredit, tentunya kita harus paham benar tentang kartu kredit jenis apa yang akan kita pilih untuk kita gunakan.

Semakin meningkatnya pengguna kartu kredit di Indonesia, merupakan suatu tanda bahwa dunia perbankan mempunyai kesempatan yang sangat tinggi untuk terus berkembang. Semakin meningkat pengguna kartu kredit dan semakin berkembangnya teknologi di Indonesia, maka saat ini kartu kredit bukan suatu hal yang sulit untuk didapatkan lagi. Hal itu bisa terjadi karena pihak bank yang menerbitkan kartu kredit memberikan kemudahan kepada masyarakat Indonesia untuk mengakses produk keunggulan mereka tersebut (kartu kredit). Jika dilihat dari segi bisnis, kartu kredit adalah salah satu jenis produk perbankan yang dapat menghasilkan banyak keuntungan tentu saja bagi pihak bank yang menerbitkan kartu kredit. Maka dari itu pihak bank selalu mengembangkan produk kartu kreditnya agar keuntungan selalu didapatkan.

Kamu juga harus baca : Cara Memilih Kartu Kredit Yang Tepat Untuk Pemula

Apa Itu Kartu Kredit Syariah?

Kartu Kredit Syariah
Kartu Kredit Syariah

Di Indonesia, bukan hanya bank konvensional saja yang menerbitkan kartu kredit, namun bank yang tergolong bank syariah dengan melihat keuntungan dari semakin meningkatnya pengguna kartu kredit di Indonesia pun juga banyak yang menerbitkan kartu kredit. Dalam beberapa tahun terakhir ini, sudah bermunculan beberapa produk kartu kredit syariah yang diterbitkan oleh bank syariah.

Dengan dikeluarkannya kartu kredit oleh bank syariah, hal itu tidak hanya bertujuan untuk merauk keuntungan yang sebanyak-banyaknya, tapi juga merupakan bentuk kepedulian bank syariah kepada para nasabahnya dan diterbitkanlah kartu kredit syariah yang memiliki sifat yang sama dengan bank syariah itu sendiri yaitu kartu kredit yang memenuhi kaidah syariat dalam Islam. Dengan mengeluarkan kartu kreditnya, bank syariah juga telah mempertimbangkannya dengan matang dimana seluruh prinsip dan ketentuan-ketentuan kartu kredit syariah didasarkan pada fatwa dari badan yang berwenang melakukannya.

Kartu kredit syariah atau yang biasa disebut bithaqah al-I’timan merupakan kartu kredit yang memiliki fungsi dasar sama seperti kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank-bank konvensional hanya saja kartu kredit syariah ini terikat oleh peraturan, prinsip, dan kebijakan yang bersifat syariah. Hal ini sudah diatur dalam ketentuan Umum Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) No. 54/DSN-MUI/X/2006, yang mengatur tentang kartu kredit syariah. Sama seperti kartu kredit konvensional, kartu kredit syariah juga dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan, seperti perbelanjaan yang dilakukan secara offline ataupun Online dan juga penarikan uang tunai.

Perbedaan Kartu Kredit Syariah dengan Kartu Kredit Konvensional

Mungkin sebagian orang belum memahami secara jelas apa yang membedakan kartu kredit syariah dengan kartu kredit konvensional, oleh karena itu ada baiknya untuk memahami secara rinci melalui pembagian berikut ini.

  • Perbedaan Berdasarkan Skema Perjanjian

Jika mengacu dari skema perjanjian kartu kredit syariah memiliki 3 jenis skema perjanjian utama yang menjadi dasar acuan kesyariahannya. dimana 3 jenis perjanjian tersebut yaitu: penjaminan atas transaksi, pinjaman atas fasilitas yang diberikan dari penarikan uang tunai dan yang ketiga sewa atas jasa dengan sistem pembayaran dan pelayanan Sedangkan untuk sistem kartu kredit konvensional kredit yang diberikan atas dasar pinjaman, dan pemilik kartu kredit diharuskan untuk mengembalikan pinjaman bersama bunga pinjaman.

  • Perbedaan Penerapan Bunga

Kredit konvensional menggunakan sistem bunga untuk transaksi yang dilakukan nasabah, sedangkan untuk kartu kredit syariah, bunga tidak diperbolehkan karena dianggap sebagai riba.oleh karena itu segala pembiayaan syariah tidak menggunakan prinsip sistem akad bunga tetapi menggunakan sistem akad jual beli (murabahah), sewa atas perubahan kepemilikan (ijarah wa iqtina), dan musyarakah mutanaqishah (capital sharing).

Sedangkan artu kredit konvensional, nasabah dikenakan bunga yang besarnya berkisar 3-4% setiap bulannya. namun pada kartu kredit syariah sebagai pengganti bunga, menggunakan sistem fee dimana nasabah akan dikenakan fee yang nilainya tergantung pada siswa kewajiban bukan nilai pembelanjaan, sehingga biayanya menjadi lebih murah dibanding kartu kredit konvensional.

  • Perbedaan Penerapan Denda

Denda merupakan sanksi bagi nasabah yang telat membayar tagihan.Kartu kredit syariah memiliki 2 jenis denda yaitu ta’widh, untuk biaya penagihan bank jumlahnya 17 ribu setiap bulannya dan kedua yaitu sebesar 3% dari tagihan. Namun perlu dicatat denda tersebut bukanlah bunga seperti yang ada pada kartu kredit konvensional, namun merupakan qardhul hasan yang akan disumbangkan ke BAZIS dan bukan menjadi hak bank penyedia kartu kredit. Dari hasi denda yang didapatkan tersebut bank tidak akan mengambil keuntungan karena denda tersebut akan disalurkan untuk kebutuhan sosial.

Jenis – Jenis kartu Kredit Syariah

Sebagaimana kartu kredit konvensional, kartu kredit syariah juga memiliki beberapa jenis kartu yang disesuaikan berdasarkan limit kreditnya, yaitu diantaranya kartu hijau, kartu emas, dan kartu platinum. Layaknya kartu kredit pada umumnya, kartu kredit syariah juga menetapkan adanya iuran tahunan yang wajia dibayar nasabah atau konsumen kartu kredit syariah sebagai tanda pembayaran atas jasa dan layanan yang telah diberikan oleh bank yang menerbitkan kartu kredit syariah tersebut.

Sama seperti kartu kredit konvensional, kartu kredit syariah juga menggunakan layanan perusahaan kartu kredit MasterCard yang dapat menjamin kelancaran dan kemudahan penggunaan kartu kredit syariah tersebut. Namun terdapat perbedaan antara kartu kredit syariah dengan kartu kredit konvensional, yaitu didalam kartu kredit syariah memiliki beberapa peraturan dan ketentuan yang telah diterapkan oleh Badan Syariah Nasional. Hal itu pula yang membuat kartu kredit syariah menjadi istimewa karena didasarkan pada sistem akad.

Hukum Kartu Kredit Syariah

Akad yang dimaksud adalah suatu kebijakan yang bertujuan untuk mengatur dan menjalankan prosedur yang diterapkan pada kartu kredit syariah. Akad-akad tersebut antara lain : 

  • Akad Kafalah, didalamnya banyak yang bertindak sebagai penerbit kartu kredit syariah yang menjadi penjamin disetiap transaksi yang dilakukan oleh nasabahnya. Maksudnya adalah bahwa kartu kredit syariah memberikan jaminan kepada pihak merchant dan juga pihak bank diluar bank penerbit atas semua tindakan transaksi yang dilakukan oleh nasabahnya. Dengan jaminan yang diberikan oleh bank penerbit kartu kredit syariah tersebut, bank nantinya akan menerima sejumlah fee dari pengguna kartu kredit syariah tersebut.
  • Akad Qardh, yaitu suatu tindakan pemberian pinjaman yang dilakukan oleh bank penerbit atas transaksi penarikan tunai yang telah dilakukao oleh nasabah atau pengguna kartu kredit syariah tersebut. Penggunaan akad ini yaitu apabila pengguna kartu kredit syariah menarik uang tunai melalui ATM milik bank yang menerbitkan kartu kredit syariah tersebut, namun apabila pengguna kartu kredit syariah tersebut menarik uang melalui ATM milik bank lain, maka akad yang berlaku yaitu akad kafalah.
  • Akad Ijarah, akad ijarah adalah sejumlah biaya keanggotaan atau bisn dibilang sebagai iuran tahunan yang wajib dibayar oleh pengguna kartu kredit syariah tersebut kepada bank penerbit kartu kredit tersebut. Bisa dibilang iuran tahunan adalah tanda pembayaran untuk jasa dan layanan yang telah diberikan oleh pihak bank kepada nasabahnya. Hal ini juga biasa disebut sebagai member fee. Dalam kartu kredit syariah menetapkan sejumlah member fee yang bersifat tetap dan dijelaskan dengan detail sejak awal dalam aplikasi kartu kredit syariah tersebut.

Istilah Dalam Kartu Kredit Syariah

Dalam menggunakan kartu kredit syariah, ada beberapa istilah yang perlu dipahami dalam menggunakan kartu kredit jenis ini. Masyarakat sudah banyak mengetahui bahwa bank syariah adalah bank yang memiliki dasaran landasan keagamaan, begitu juga dalam produk-produknya. Salah satu produknya adalah kartu kredit syariah, yang pasti kartu kredit ini menggunakan prinsip khusus yang berlandaskan pada hukum keagamaan dan hal itu yang membedakan antara kartu kredit syariah dengan kartu kredit konvensional.

Namun aturan hukum kartu kredit syariah ini sama seperti aturan hukum kartu kredit konvensional, hanya saja sentuhan ketetapan keagamaan seperti Akad-akad yang berlaku di kartu kredit jenis ini lah yang membuat kartu kredit syariah lebih istimewa. Berikut ini adalah beberapa istilah dalam kartu kredit syariah yang perlu Anda ketahui.

  • Yang pertama yaitu Kafalah, kafalah merupakan pihak yang bertindak untuk menjamin transaksi.
  • Yang kedua yaitu Ujrah, Ujrah adalah sejumlah fee atau pendapatan atas jasa pemberian jaminan yang dilakukan oleh bank penerbit kartu kredit syariah tersebut yang dibayarkan oleh nasabah atau pengguna kartu kredit syariah tersebut.
  • Yang ketiga yaitu Ijarah, ijarah mempunyai maksud yang sama dengan iuran tahunan yang juga dipakai oleh kartu kredit konvensional.
  • Istilah yang keempat yaitu Rusum sahb al-nuqud, adalah biaya non tunai yang dikenakan karena pengguna kartu kredit syariah tersebut melakukan transaksi berupa penarikan uang tunai di mesin ATM.
  • istilah yang kelima yaitu Merchant fee, merupakan sejumlah fee yang dibayar oleh merchant kepada bank penerbit kartu kredit syariah tersebut karena adanya transaksi yang dilakukan oleh nasabah atau pengguna kartu kredit syariah tersebut.
  • Istilah yang keenam yaitu Ta’widh, Ta’widh adalah ganti rugi yang wajib dibayar oleh nasabah atau pengguna kartu kredit syariah tersebut kepada bank penerbit. Yang didalamnya berupa biaya-biaya yang sudah ditetapkan oleh bank penerbit karena nasabahnya melakukan keterlambatan pembayaran tagihan. Denda yang telah dibayarkan oleh nasabah kepada bank penerbit, nantinya akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial dan tidak dimasukkan ke dalam pendapatan bank penerbit.

Keunggulan Kartu Kredit Syariah

Beberapa keunggulan dari kartu kredit syariah ini yaitu :

  1. Adanya skema perjanjian, dalam menggunakan kartu kredit syariah ini, didalamnya terdapat tiga jenis perjanjian yang sekaligus dijadikan prinsip kesyariahnya. Diantara skema perjanjian ini yaitu adanya penjaminan terhadap aktivitas belanja dan transaksi dengan merchant, pemberian pinjaman yang dilakukan oleh pihak bank kepada pengguna kartu kredit syariah tersebut, kemudian penyediaan layanan pada nasabah atau pengguna kartu kredit syariah tersebut dalam transaksi finansial yang menggunakan mata uang asing.
  2. Tidak adanya bunga dalam kartu kredit syariah, ini merupakan salah satu perbedaan dari bank syariah dengan bank konvensional.
  3. Kartu kredit syariah memiliki biaya administrasi lebih rendah, kartu kredit syariah memang tidak menggunakan bunga, tetapi menggunakan biaya administrasi. Tetapi jangan khawatir, karena biaya administrasi yang ditetapkan tidaklah tinggi namun biasanya besarnya biaya administrasi ini disesuaikan dengan besaran total nilai transaksi pengguna.
  4. Kartu kredit syariah memiliki jaringan yang luas, keuntungan ini sangat berpengaruh pada kenyamanan nasabah, seperti kenyamanan berbelanja diberbagai tempat, membayar tagihan listrik, hingga menarik uang tunai melalui mesin ATM.
  5. Hasil denda yang telah dibayarkan nasabah, akan digunakan untuk dana bantuan sosial dan tidak dianggap sebagai keuntungan pihak bank, dengan begitu pengguna kartu kredit syariah tersebut dapat beramal juga.
  6. Sistem tarik tunai ATM lebih menguntungkan.
  7. Kartu kredit syariah tidak melanggar aturan agama, karena kartu kredit syariah ini mendasarkan segala prinsip serta ketentuan-ketentuannya sesuai dengan nilai agama yang ada, sehingga bagi nasabah tidak perlu khawatir dalam menggunakannya.

Perhitungan Tagihan Kartu Kredit Syariah

Perhitungan tagihan kartu kredit syariah
Perhitungan tagihan kartu kredit syariah

Perhitungan tagihan kartu kredit syariah, penerapan biaya yang dilakukan oleh kartu kredit syariah yaitu didasarkan oleh limit kartu kredit yang disetujui oleh pihak bank yang menerbitkan kartu kredit tersebut. Yaitu antara Rp. 4.000.000 sampai dengan Rp. 90.000.000. Besaran monthly fee yang digunakan adalah sebesar 2,95% dari jumlah limit yang diberikan oleh pihak bank penerbit. Biaya yang dikenakan oleh nasabah tersebut umumnya dinamakan net month fee, Dan Cara perhitungannya adalah Net Monthly fee = outstanding (sisa hutang) × (monthly fee : limit Kartu). Dan besaran biaya yang ditetapkan oleh bank penerbit kartu kredit syariah tersebut tentunya lebih kecil dari biaya-biaya yang ditetapkan pada kartu kredit konvensional.

Tips pengajuan kartu kredit : Syarat, Keuntungan dan Cara Membuat Kartu Kredit BCA 2018

Demikianlah penjelasan sedikit tentang kartu kredit syariah beserta keunggulan-keunggulannya. Bagi para calon nasabah harus bisa memilih mana yang dirasa cocok untuk dirinya dalam penggunaan kartu kredit. Tapi yang paling penting, dalam menggunakan kartu kredit haruslah sewajarnya agar tak menyusahkan Anda nantinya. Namun kartu kredit syariah ini juga dapat menjadi salah satu pilihan Anda karena berbagai keunggulan yang ada dan tentunya sesuai dengan dasar keagamaan, sehingga Anda tidak ada rasa khawatir dalam menggunakannya. Sekian penjelasan diatas, semoga bermanfaat bagi Anda

Keuntungan dan Perhitungan Bunga Kartu Kredit Syariah 2018
5 (100%) 1 vote
Gambar Gravatar
Ulasanbisnis.com merupakan website yang membahas seputar dunia usaha, trend bisnis, solusi keuangan, perbankan, kartu kredit, asuransi dan lainnya.