15 Perbedaan Asuransi Syariah Dan Asuransi Konvensional 2018

Diposting pada

15 Perbedaan Asuransi Syariah Dan Asuransi Konvensional 2018 – Berkembangnya produk-produk asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini menjadi salah satu hal penting yang harus Anda ketahui terutama jika Anda salah satu pengguna produk-produk perlindungan yang menginginkan produk-produk terbaik yang bisa Anda dapatkan saat ini. Beberapa produk di antaranya adalah produk-produk yang dibedakan antara produk asuransi konvensional dan juga syariah.

Beberapa orang termasuk Anda mungkin sudah sering mendengar mengenai hal ini, namun hanya sedikit dari Anda yang benar-benar mengetahui apa saja perbedaan yang ditawarkan oleh masing-masing produk perlindungan tersebut.

Bagi umat muslim, yang ingin mengetahui perbedaan mengenai produk-produk yang dibedakan antara syariah dan konvensional akan mendapatkan cukup banyak informasi seperi yang bisa Anda dapatkan berikut ini.

Perbedaan Mengenai Asuransi Konvensional dan Syariah
Perbedaan Mengenai Asuransi Konvensional dan Syariah

Untuk masing-masing produk yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi sendiri juga menawarkan dua jenis produk yang berbeda mulai dari asuransi mobil, asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan antara produk yang bebasis syariah atau produk-produk umum yang bisa Anda temukan dengan mudah di antara beberapa produk yang ada di Indonesia saat ini.

Untuk masing-masing produk tersebut juga akan menawarkan beberapa pilihan produk terbaik yang hanya bisa Anda dapatkan dari salah satu jenis produk terbaik yang hanya bisa Anda dapatkan dari masing-masing produk yang ada di Indonesia.

Perbedaan Asuransi Syariah Dan Asuransi Konvensional

Salah satu hal penting yang juga perlu Anda ketahui mengenai perbedaan dari masing-masing produk tersebut adalah bahwa masing-masing produk asuransi yang ditawarkan sendiri hanya berbeda pada prinsip pengelolaannya.  

Anda tidak akan menemukan perbedaan yang cukup signifikan pada setiap produk asuransi yang ditawarkan baik yang berbasis umum atau konvensional dengan yang berbasis syariah. Satu hal penting yang membuat setiap produk tersebut berbeda adalah bahwa setiap produk yang ditawarkan tersebut menggunakan sistem operasional yang berbeda.

Jika untuk sistem asuransi yang ditawarkan dengan basis konvensional pada prinsip operasionalnya dilakukan secara umum, maka tidak sama dengan produk perlindungan yang berbasis syariah. Anda akan menemukan bahwa pada jenis produk yang berbasis syariah adalah bahwa pengelolaannya berdasarkan syariat Islam.

Selain itu masing-masing produk juga masih mempertimbangkan mengenai manfaat asuransi syariah dan konvensional berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya.

Perbedaan Dari Asuransi Konvensial dan Syariah
Perbedaan Dari Asuransi Konvensial dan Syariah

Tabel Perbedaan Asuransi Syariah Dan Konvensional

Hal lainnya yang juga harus Anda perhatikan mengenai perbedaan dari masing-masing asuransi adalah bahwa masing-masing asuransi tersebut akan menawarkan beberapa hal termasuk dari segi prinsip operasional yang ditawarkan oleh masing-masing perusahaan untuk setiap produk baik yang berbasis syariah ataupun yang berbasis konvensional.

Sebelum Anda mencari tahu lebih banyak mengenai perbedaan mendasar dari masing-masing produk sendiri terletak pada sistem operasional yang konvensional menggunakan sistem haram dan halal. Di sisi lain, untuk produk atau sistem asuransi yang dikelola secara syariah sendiri dibedakan oleh sistem operasional secara syariah yang menjadi perbedaan mendasar antara satu produk konvensional dengan produk asuransi syariah yang ditawarkan oleh masing-masing perusahaan asuransi terbaik di Indonesia pemberi pertanggungan.

Ciri-Ciri Asuransi Konvensional

  • Menggunakan Sistem Saling Menanggung

Hal pertama yang harus Anda ketahui mengenai sistem konvensional yang diterapkan oleh beberapa perusahaan adalah bahwa Anda akan menemukan bahwa nasabah dan juga dari perusahaan pemberi pertanggungan akan saling menanggung dana yang akan digunakan untuk menjadi dana pertanggungan yang suatu saat akan dibutuhkan oleh salah seorang nasabah karena suatu hal tertentu yang menyebabkan nasabah tersebut bisa mendapatkan salah pertanggungan sesuai dengan yang disebutkan dalam perjanjian karena beberapa hal tertentu.

  • Pembukuan Tertutup

Yang membedakan produk asuransi konvensional dengan yang lainnya adalah bahwa Anda akan menemukan bahwa pembukaan yang dilakukan oleh perusahaan yang berbasis konvensional biasanya akan cukup tertutup karena menyangkut sistem operasional bagaimana perusahaan tersebut menjalankan suatu produk tertentu termasuk pergerakan uang masuk dan keluar yang mungkin akan berbeda dengan pembukuan dari beberapa jenis asuransi syariah yang lebih transparan.

Dalam hal ini, Anda juga akan menemukan bahwa jika Anda juga pernah menjadi nasabah suatu perusahaan asuransi konvensional, maka Anda juga tidak akan mengetahui mengenai pembukuan tersebut. Hal inilah yang membedakan produk konvensional dengan syariah.

  • Mengacu Hukum Yang Berlaku Pada Suatu Negara

Yang dimaksud mengenai peraturan hukum yang menjadi acuan produk ini sendiri adalah hukum yang berlaku secara umum atau lebih tepatnya hukum negara yang diatur dalam Undang-Undang sehingga untuk produk-produk konvensional sendiri adalah produk-produk yang biasanya lebih mengacu hukum di dunia dibandingkan dengan hukum Islam.

Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan besar mengenai perbedaan antara produk konvensional dengan produk syariah yang lebih mementingkan ketentuan secara syariat Islam sehingga selain memenuhi ketentuan hukum secara umum, produk syariah juga memperhatikan ketentuan secara syariat Islam.

  • Tidak Ada Dewan Pengawas

Pada jenis produk konvensional yang bisa Anda temukan di antara beberapa produk asuransi konvensional, Anda akan menemukan tidak adanya dewan pengawas seperti yang bisa Anda temukan pada salah produk syariah.

Yang menjadi dewan pengawas untuk jenis produk konvensional sendiri adalah hukum yang berlaku di suatu negara. Misalnya suatu produk ditawarkan di Indonesia, maka sebenarnya perusahaan atau produk dari asuransi tersebut tidak memiliki dewan pengawas atau dengan kata lain produk tersebut memiliki dewan pengawas otomatis yaitu peraturan hukum yang berlaku.

  • Prinsip Transfer of Risk

Hal lainnya yang juga membedakan antara produk konvensional dan juga syariah adalah adanya prinsip yang disebut sebagai prinsip pemindahan resiko. Pada prinsip ini sendiri Anda akan menemukan bahwa prinsip ini sendiri atau pada produk konvensional dilakukan pemindahan resiko dari nasabah kepada perusahaan asuransi yang memberikan produk itu sendiri. Prinsip ini adalah salah satu prinsip yang masih digunakan oleh banyak perusahaan asuransi yang ada di Indonesia dan juga banyak negara-negara lainnya.

  • Pengambilan Keuntungan

Yang membedakan antara satu produk konvensional dengan beberapa produk lainnya adalah adanya tindakan pengambilan keuntungan yang dilakukan perusahaan dari dana yang disetorkan oleh nasabah. Untuk masing-masing perusahaan, mereka memiliki ketentuan mengenai besaran dana atau keuntungan yang akan diambil dari nasabah yang menyetorkan dana mereka atau premi yang dibayarkan setiap bulannya.

  • Keuntungan Yang Menjadi Milik Perusahaan Sepenuhnya

Hal lainnya yang juga bisa Anda temukan dari perusahaan atau produk perlindungan konvensional adalah bahwa setiap keuntungan dari investasi dari dana yang disetorkan oleh para nasabah menjadi hak dari perusahaan tersebut. Anda juga akan menemukan bahwa perusahaan asuransi konvensional juga melakukan hal yang sama.

  • Pembayaran Berdasarkan Resiko dan Modal

Salah satu hal penting lainnya yang juga harus Anda ketahui mengenai hal ini adalah bahwa Anda akan mendapati bahwa setiap pembayaran yang akan Anda dapatkan adalah berdasarkan perbandingan dari modal dan resiko untuk setiap dana yang disetorkan ke perusahaan. Hal lainnya yang juga cukup menarik mengenai hal ini adalah bahwa dana pertanggungan untuk nasabah diambil dari rekening milik perusahaan.

  • Sistem Dana Hangus

Anda juga akan menemukan bahwa untuk perusahaan konvensional dengan produk konvensional juga akan memberlakukan adanya dana hangus yang terjadi jika nasabah tidak dapat membayar premi asuransi. Selain itu, dana Anda juga akan hangus jika Anda mengundurkan diri.

Dengan mengetahui beberapa hal tersebut, Anda harus benar-benar memahami setiap poin-poin yang biasanya tertera pada perjanjian Anda. Untuk itu adanya ketentuan yang disebutkan pada perjanjian akan mengatur pada kondisi  apa Anda akan memiliki hak untuk melakukan klaim asuransi Anda ataupun ketika Anda tidak bisa melakukan klaim karena adanya pelanggaran tertentu yang terkadang tidak kita sadari.

  • Tidak Harus Membayarkan Zakat

Pada perusahaan konvensional dengan produk-produk konvensional mereka, Anda tidak akan diwajibkan untuk membayarkan zakat. Semua uang pertanggungan yang sudah ditetapkan ketika salah Anda memenuhi persyaratan untuk mendapatkan klaim secara penuh, maka Anda akan mendapatkan nilai pertanggungan sesuai yang sudah disepakati secara penuh tanpa harus membayarkan atau dipotong sejumlah uang untuk dibayarkan sebagai zakat.

Kamu harus baca juga : 

Ciri-Ciri Asuransi Syariah

  • Menggunakan Sistem Tolong-Menolong

Hal pertama yang membedakan antara produk syariah dengan produk konvensional adalah bahwa sistem yang digunakan pada produk syariah ini adalah sistem tolong menolong di mana satu nasabah akan membantu nasabah yang lainnya dengan menggunakan dana yang disetorkan oleh nasabah tersebut. selain itu tidak ada sistem untuk memberikan keuntungan pad salah satu dari pihak-pihak yang ikut ambil bagian terutama untuk pihak perusahaan.

  • Sistem Operasional Berdasarkan Syariat Islam

Pengelolaan keuangan dan juga operasional dari perusahaan asuransi yang berbasis syariah ini sendiri didasarkan pada sistem yang berdasarkan hukum Islam. Namun pada prakteknya, produk asuransi berbasis syariah seperti asuransi takaful juga akan menggunakan pengelolaan yang berdasarkan halal dan haram.

  • Sistem Pembukuan Yang Terbuka Atau Transparan

Hal lainnya yang harus Anda ketahui mengenai pertanggungan yang berbasis syariah ini adalah bahwa pembukuan yang dilakukan secara terbuka di mana para nasabah bahkan dapat mengetahui mengenai pembukuan tersebut. Selain itu, keuangan yang dikelola pada jenis asuransi berbasis syariah ini juga cukup transparan karena dilakukan berdasarkan hukum Islam. Anda juga harus mengetahui bahwa salah satu hal penting mengenai hal ini adalah Anda sendiri diuntungkan karena Anda bisa melihat secara transparan seluruh laporan keuangannya.

  • Prinsip Bisnis Berdasarkan Hukum Islam

Sistem bisnis yang diterapkan oleh asuransi syariah ini didasarkan pada hukum Islam di mana untuk sistem bisnis ini sendiri bukan melulu mencari keuntungan tapi juga untuk mendapatkan Ridho illahi.

  • Tidak Ada Riba Atau Bunga

Hal terbaik mengenai sistem syariah yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi adalah bahwa tidak ada riba atau bunga yang diterapkan di sana.

  • Terdapat Dewan Pengawas

Berbeda dengan sistem konvensional dari perusahaan asuransi yang bisa Anda temukan saat ini. Untuk perusahaan yang berbasis syariah ini terdapat dewan pengawas atau yang sering disebut DPS atau Dewan Pengawas Syariah yang berfungsi untuk memastikan bahwa setiap praktek yang dilakukan oleh perusahaan sudah dilakukan secara benar dan tidak ada penyelewengan yang dilakukan.

  • Adanya Bagi Hasil Resiko

Istilah untuk prinsip ini sendiri juga dikenal dengan sharing of risk. Untuk prinsip ini sendiri Anda akan menemukan bahwa setiap resiko yang timbul akan ditanggung di oleh anggotanya atau dengan kata lain tidak ditanggung oleh satu pihak saja.

  • Adanya Jakarta Islamic Index

Adanya situs tersebut akan membantu para nasabah untuk mengetahui pengelolaan dana investasi oleh perusahaan tertentu yang berbasis syariah.

  • Sistem Bagi Hasil

Sistem yang diterapkan pada perusahaan asuransi yang berbasis syariah ini adalah sistem bagi hasil di mana setiap nasabah akan mendapatkan keuntungan dari hasil investasi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

  • Klaim Tabungan Bersama

Hal penting lainnya yang juga harus Anda ketahui adalah bahwa untuk pembayaran klaim dilakukan pada tabungan bersama yang di mana dana nasabah akan diikhlaskan untuk membantu nasabah yang lain yang mungkin sedikit berbeda dari jenis asuransi lainnya. Itulah beberapa perbedaan yang harus Anda ketahui mengenai perusahaan asuransi berbasis syariah.

15 Perbedaan Asuransi Syariah Dan Asuransi Konvensional 2018
5 (100%) 1 vote
Gambar Gravatar
Ulasanbisnis.com merupakan website yang membahas seputar dunia usaha, trend bisnis, solusi keuangan, perbankan, kartu kredit, asuransi dan lainnya.